Mengapa Kucing Mempunyai Kumis?

Mengapa Kucing Mempunyai Kumis?

kumis+kucing

Kumis pada kucing bagaikan bentuk adaptasi yang banyak gunanya, dari sekedar untuk mencari lubang nyempil hingga berburu

Kumis pada kucing
Kumis kucing atau whiskers dalam bahasa inggris atau vibrissae untuk istilah yang lebih sains adalah rambut khusus yang lebih tebal hingga dua atau tiga kali lipat dari rambut lainnya. Kumis kucing ini tidak hanya tumbuh di bagian moncong, tetapi rambut-rambut tebal tersebut juga bisa ditemukan di bagian pipi, atas mata, dan di bagian kaki. Kumis yang tumbuh di bagian moncong, akar rambutnya dikelilingi oleh lapisan otot, sehingga kucing bisa menggerakkannya maju mundur. Lalu mengapa kucing mempunyai kumis? Kumis pada kucing bagaikan bentuk adaptasi yang banyak gunanya. Yuk kita simak!

Fungsi kumis kucing
Fungsi pertama sebagai penggaris. Kumis di bagian moncong bisa tumbuh hingga selebar badan mereka. Kumis inilah yang dijadikan media ukur saat kucing mencoba nyelip ke tempat-tempat kecil. Fungsi kedua untuk membantu kucing meraba di kegelapan. Rambut-rambut tebal tersebut mampu mendeteksi perubahan peredaran udara sekitar, walaupun perubahannya sedikit sekali. Jika saat berjalan malam hari dan terdapat benda atau objek lain di depan mereka bisa menghindarinya, atau saat mereka berburu, dengan bantuan rambut-rambut tersebut kucing bisa mendapat gambaran objek sasaran dan bagian mana saja yang menjadi titik lemah.

Memahami kucing lewat kumisnya
Kalau ada istilah “mata ga bisa bohong”, bagi kucing “kumis ga bisa bohong”. Kumis yang ditarik kebelakang wajah menandakan kucing sedang marah, kumis yang mengarah sedikit ke depan dan agak ke bawah menandakan kucing sedang rikles bahagia, kumis yang menegang kedepan menjauhi wajah ditemukan saat mereka sedang berburu atau agresif.

Jangan pernah potong kumis kucing!
Kumis kucing tumbuh seperti rambut lainnya, suatu waktu akan rontok dan digantikan dengan yang baru. Tapi jangan pernah coba-coba untuk mengguntingnya, salah satu sensor mereka akan hilang, orientasi menjadi amburadul, ketakutan dan linglung.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *