5 Gejala Penyakit Kudis pada Anjing

5 Gejala Penyakit Kudis pada Anjing

sarcoptic+demodex+kudis+anjing

Menurut pakar hewan, hewan biasanya sering terkena Kudis atau penyakit kulit yang disebabkan oleh kutu kecil. Pada anjing, penyakit tersebut disebabkan oleh satu dari tiga jenis kutu mikroskopis yakni Cheyletiella, Demodex, atau Sarcoptic. Bagaimana mengenali 5 gejala penyakit kudis pada anjing, berikut penjelasannya:

Anjing suka menggaruk-garuk
Kudis sarcoptic biasanya menyebabkan anjing merasa begitu gatal. Anjing mungkin akan menggaruk-garuk tanpa henti atau menggigiti kulitnya untuk meredakan rasa gatal. Kulit anjing, pada akhirnya mudah terkena infeksi akibat garukan dan gigitan terus-menerus itu. Rasa gatal yang terjadi bisa sangat berat sehingga mengalihkan perhatian anjing dari kegiatan yang dibutuhkannya, seperti makan, minum, dan tidur.
Bulu anjing rontok atau botak
Kudis demodex lokal adalah suatu jenis kudis yang paling tidak berbahaya, biasanya mengakibatkan satu atau dua petak kebotakan bulu anjing. Biasanya, petak kecil ini tidak akan tampak meradang atau teriritasi, dan tidak akan menimbulkan rasa gatal yang berat.
Bulu anjing botak parah
Kudis ini mungkin akan menyebar ke seluruh tubuh anjing sehingga menyebabkan kudis Demodex. Anjing akan mengalami beberapa titik kebotakan atau penipisan bulu di seluruh tubuhnya. Titik-titik ini mungkin akan melebar hingga berdiameter 2,5 cm. Kulit pada bagian ini mungkin akan berwarna merah, bersisik, dan/atau berkerak.
Iritasi pada kaki anjing
Saat kudis masuk jauh ke dalam telapak kaki anjing, maka sangat sulit dikeluarkan. Kondisi ini sering kali tampak dalam bentuk kaki yang membengkak dan teriritasi. Kondisi ini paling parah terjadi pada bantalan kuku dan sering kali disertai dengan infeksi sekunder.
Pemilik anjing mengalami iritasi atau benjolan kulit berwarna merah
Salah satu cara untuk mendeteksi kudis pada anjing adalah dengan menemukan tungau pada tubuh Anda. Saat tungau penyebab kudis sarcoptic menyentuh manusia, hewan ini dapat mengakibatkan benjolan kecil berwarna merah yang mirip dengaan gigitan nyamuk. Untungnya, benjolan ini hampir tidak pernah menyebabkan hal yang serius. Tetapi, melihat adanya gejala ini setelah menghabiskan waktu di sekitar anjing yang menggaruk terus-menerus adalah penanda kuat adanya kudis sarcoptic.

 

Itulah 5 gejala penyakit kudis pada anjing. Anda bisa menilai sendiri apakah ada satu atau beberapa gejala di atas yang mungkin Anda alami. Kudis pada anjing bisa menular, baik antar sesama anjing maupun dengan manusia. Selalu berhati-hati dan jaga kebersihan.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *