6 Alasan Mengapa Kucing Suka Mengeong Terus Menerus

6-alasan-kucing-suka-mengeong
6-alasan-kucing-suka-mengeong-herbafit-vitamin-kucing

Mengeong merupakan salah satu cara kucing untuk berkomunikasi dengan manusia. Namun apabila kucing mengeong terus-menerus, hal tersebut memiliki arti yang berbeda. Berikut 6 alasan mengapa kucing suka mengeong terus menerus serta tips cara mengatasinya:

Adaptasi dengan lingkungan baru

Biasanya kucing melakukan mengeong untuk beradaptasi dengan tempat baru yang ditinggali. Hal ini terjadi saat Anda baru saja mengadopsi dan kucing masih belum terbiasa.

Ingin keluar dari kandang

Jika Anda terlalu sering melaetakkan kucing dalam kandang, lama kelamaan ia akan merasa bosan dan tidak bebas, sehingga kucing mengeluarkan suara meong untuk memberitahu kepada pemiliknya agardikeluarkan dari kandang. Dia akan mengeong terus sampai diperhatikan atau sampai mengalami kelelahan. Biarkanlah sesekali mereka bermain di luar kandang. Jika Anda takut kucing akan kabur temanilah mereka bermain. Cukup bermain sebentar saja karena pada dasarnya kucing adalah hewan yang gampang bosan.

Sedang dalam masa birahi

Seekor kucing betina yang berumur lima atau enam bulan apabila tiba tiba mengeong tiada henti kemungkinan sedang dalam masa birahi dan sedang mencari jodohnya. Kucing seperti ini biasanya bertingkah laku manja dan akan menggoyang goyangkan tubuhnya jikalau dielus pantatnya

Mengalami hyperthiroidismus

Alasan ketiga hingga terakhir dari 6 alasan mengapa kucing suka mengeong terus menerus berkaitan dengan kesehatan. Hyperthyroidismus adalah gangguan pada kelenjar thyroid(terletak pada leher) yang menyebabkan produksi hormon thyroid yang berlebihan . Hormon ini mempunyai fungsi utama membantu metabolisme makanan, sehingga produksi yang berlebihan akan menyebabkan metabolisme berlebihan  dan bisa berakibat pada kucing akan terus merasa lapar. Walaupun kucing terus merasa lapar dan makan, akan tetapi terjadi penurunan berat badan disertai suara mengeong terus menerus. Apabila menjumpai kucing dengan gejala seperti ini, segera bawa ke dokter hewan terdekat untuk diperiksa lebih lanjut.

Merasa kesakitan

Kucing seringkali menyembunyikan rasa sakitnya, namun apabila kucing benar benar mengalami sakit yang luar biasa, maka dia akan berteriak dan meraung raung.

Menderita sindrom hyperesthesia

Sindrom ini termasuk aneh dan belum banyak peneliti yang bisa menyimpulkan masalah hyperesthesia. Sindrom Hyperesthesia bisa terjadi pada kucing di segala rentang usia, namun sindrom ini lebih sering dijumpai pada kucing dewasa. Kucing yang menderita sindrom hyperesthesia akan menjadi sensitif secara berlebihan bisa tiba-tiba terlihat liar, seperti gila atau sedang mengalami halusinasi. Kucing akan beteriak dan meraung keras, perasaannya berubah rubah. Kucing akan menjilat jilat bulunya secara berlebihan dan terkadang menyebabkan bulunya menjadi rontok. Dokter hewan mungkin akan memberikan obat yang bisa menstabilkan “mood” si kucing. Hal yang bisa Anda lakukan sendiri adalah dengan memberi makan, latihan dan waktu bermain secara rutin sehingga kucing merasa kalem.

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *